1. Latar Belakang Perlunya Keamanan sistem informasi
Informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sanagt penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa masyarakat kita sudah berada di sebuah "information based society". kemampuan mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, seperti perusahaan, perguruan tinggi, lembaga pemerintah, maupun individual. Begitu pentingnya sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan hanay boleh diakses oleh orang - orang tertentu. jatuhnya informasi ke tangan pihak lain dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi.
2. Pengertian Keamanan sistem informasi/ Keamanan Komputer
* John D. Howard, Computer security is preventing attackers from achieving objectives through unauthorized acces or anauthorized use of computers and networks.
* G. J. Simons, keamanan sistem informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan(cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis nformasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
* Wikipedia, keaman komputer atau sering diistilahkan keamanan sistem informasi adalah cabang dari teknologi komputer yang diterapkan untuk komputer dan jaringan.
3.Tujuan Keamanann sistem informasi
Keperluan pengembangan keamanan sistem informsi memliki tujuan sebaagi berikut ( Rahmat M. Samik-Ibrahim, 2005) :
a.penjaminan integritas informasi
b. pengamanan kerahasiaan data
c. pemastian kesiagaan sistem informasi
d. pemastian memenuhi peraturan, hukum, dan bakuan yang berlaku.
4.Aspek Keamanan sistem informasi
Garfinkel
mengemukakan bahwa keamanan komputer (computer security)
melingkupi empat aspek, yaitu privacy, integrity, authentication, dan
availability. Selain keempat hal di atas, masih ada dua aspek lain yang
juga sering dibahas dalam kaitannya dengan electronic commerce, yaitu access
control dan non-repudiation
*
Privacy / Confidentiality
Inti utama aspek privacy atau confidentiality
adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
Privacy lebih kearah data-data yang sifatnya privat sedangkan confidentiality
biasanya berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk
keperluan tertentu (misalnya sebagai bagian dari pendaftaran sebuah servis)
dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut.
Contoh hal yangberhubungan dengan privacy
adalah e-mail seorang pemakai tidak boleh dibaca oleh administrator. Contoh
confidential information adalah data-data yang sifatnya pribadi seperti nama, tempat
tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan,
penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) merupakan
data-data yang ingin diproteksi penggunaan dan
penyebarannya. Contoh lain dari confidentiality adalah daftar pelanggan dari
sebuah Internet Service Provider (ISP).